Senin, 01 Februari 2021

Hubungan Dukungan Orang Tua Kepada Anak Usia Sekolah Dasar Terhadap Tingkat Kefokusan Pembelajaran Selama Pandemi COVID-19



Atika Syifa Iskandar (20200701162)

Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Jakarta

Jalan Arjuna No.9 Kebon Jeruk Jakarta 11510

atikasyifa19@gmail.com


 

PENDAHULUAN

Penyebaran virus Corona (COVID-19) yang dengan cepat meluas ke seluruh belahan dunia, menimbulkan perubahan pola aktivitas pada seluruh sektor kehidupan manusia pada saat ini. Menurut WHO (2019)  Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Nahdi et al., 2020; Wax & Christian, 2020). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia. Namun, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan virus corona jenis SARS-COV2 sebagai penyebab COVID-19 itu sudah masuk ke Indonesia sejak awal Januari. Menyikapi cepatnya penyebaran virus tersebut, pemerintah dengan sigap mengambil kebijakan di segala bidang termasuk bidang pendidikan di tanah air. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia memberlakukan kebijakan “Belajar di Rumah dengan sistem pembelajaran jarak jauh melalui motode sekolah online. Sekolah online ini diberlakukan bagi setiap kalangan pelajar dan mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia. Di mana pembelajaran atau perkuliahan secara langsung melalui tatap muka diganti dengan pola pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online. Sekolah online ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.


KAJIAN TEORI

Di Indonesia, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda. Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online.

Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya. Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Dorongan orangtua dan dukungan untuk kegiatan belajar di rumah dikombinasikan dengan keterlibatan guru pada pemberian materi belajar sangat penting untuk keberlangsungan pendidikan anak. Semakin banyak sumber yang menunjukkan bahwa membangun kemitraan yang efektif antara orangtua, keluarga, dan sekolah untuk mendukung pembelajaran anak mengarah pada hasil belajar yang lebih baik.

Orangtua adalah pendidik pertama dan berkelanjutan dari anak-anak mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas guru, termasuk standar dan pelatihan dalam keterlibatan orangtua, penting untuk memfasilitasi keterlibatan orangtua yang efektif.

Orangtua menganggap bahwa pembelajaran di rumah dinilai tetap mampu meningkatkan kualitas pembelajaran anak, namun ada sebagian orangtua yang berpendapat bahwa pembelajaran di rumah tidak menguntungkan bagi anak, karena di sekolah anak bisa berinteraksi langsung dengan guru dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Walaupun banyak orangtua setuju jika pembelajaran di rumah dapat meningkatkan pengetahuan namun tidak sedikit juga yang merasa masih kesulitan dengan teknologi yang digunakan selama proses pembelajaran di rumah bagi guru yang sudah lanjut usia/senior.

Dampak yang dirasakan oleh orangtua dalam sistem pembelajaran jarak jauh melalui sekolah online juga cukup beragam. Orangtua harus menambah beban pengeluaran untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi anak agar dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Untuk melaksanakan sekolah online yang sampai saat ini belum dapat diketahui akan berlangsung sampai berapa bulan kedepan, tentunya mengharuskan orangtua untuk menyediakan setidaknya kuota internet yang cukup banyak ataupun dengan berlangganan jaringan WiFi yang tidak murah semata-mata agar proses belajar secara online yang dilakukan oleh anak dapat berlangsung dengan lancar.

Masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar yaitu masalah konsentrasi salah satu alasan mengapa anak sulit berkonsentrasi saat belajar adalah karena ia tidak tertarik atau tidak suka dengan materi yang dipelajari serta metode yang digunakan. Konsentrasi siswa pada usia sekolah dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana.

Terdapat beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan orangtua sebagai bentuk perhatian dan pengawasan kepada anak dalam pelaksanaan sekolah daring ini agar hasil pembelajaran dapat diperoleh secara maksimal dan optimal, yakni :

1.  Disiplin. Meskipun anak berada di rumah, orang tua tetap harus memperlakukan kebiasaan saat anaknya bersekolah. Misalnya, anak harus bangun jam 6 pagi, mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah. Setelah itu ikuti jadwal pelajaran seperti di sekolah agar membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah. Ketika tiba waktunya untuk beristirahat, biarkan anak menghentikan kegiatan belajarnya.

2.   Tepat waktu. Ingatkan anak, meski mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan bermain sepanjang hari. Pengawasan terhadap pelaksanaan sekolah online dapat dilakukan orangtua dengan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada anak bahwa meskipun tidak berangkat sekolah secara efektif seperti biasanya, mereka juga tetap memiliki tanggungjawab kepada tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru melalui sekolah online tersebut.

3.   Selalu mendampingi anak dalam belajar. Pendampingan orangtua dalam rangka tetap mengawasi pelaksanaan sekolah online yang dilakukan oleh anak harus diperhatikan beik-baik. Orangtua harus senantiasa mendampingi anak pada saat sebelum pelaksanaan jam sekolah online dimulai, pada saat sekolah online berlangsung, sampai dengan setelah pelaksanaan sekolah online berakhir.


PEMBAHASAN

Para orangtua siswa perlu memahami bahwa meski di rumah, anak mereka tetaplah harus konsentrasi pada proses pembelajaran yang tengah berlangsung. Di sinilah dukungan dan pengertian para orangtua sangat dibutuhkan. Dari sini juga akan diketahui bagaimana seharusnya orangtua memberikan pendidikan kepada anak sekaligus memahami apa saja yang menjadi tugas para guru. Karena itu, orangtua juga perlu mendampingi bagaimana anakanak mereka dalam belajar (Praherdhiono, 2020).

Peran orangtua sangat diperlukan untuk proses pemebalajaran anak selama study from home ini, peran orangtua juga sangat diperlukan utuk memberikan edukasi kepada anak – anaknya yang masih belum bisa memahami tentang pandemi yang sedang mewabah untuk tetap berdiam diri dirumah agar tidak terlular dan menularkan wabah pandemi ini. Orangtua merasa pembelajaran di rumah sangat efektif untuk diterapkan namun bukan berarti pembelajaran di sekolah tidak lebih efektif dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran di rumah, hal ini dikarenakan pembelajaran di rumah lebih cenderung kepada banyaknya pemberian tugas yang dapat dibantu dibimbing pengerjaannya oleh orangtua di rumah.

Bagi guru juga tetap selalu memantau anak walaupun pembelajaran sudah didampingi orangtua nya. Memberi pengarahan mengenai materi pembelajaran agar anak mudah dalam mempelajarinya. Bagi orangtua temani anak, dukung anak, bimbing anak sehingga anak semangat belajar daring dalam kondisi bencana corona virus ini.

 

 

 

 

 

 






DAFTAR PUSTAKA

Buku

Praherdhiono, Henry. (2020). Implementasi Pembelajaran Di Era Dan Pasca Pandemi Covid-19. Malang: CV. Seribu Bintang.

 

Jurnal Ilmiah

Cahyati, N., Kusumah, R. (2020). Peran Orangtua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi, 4(1), 152-159.

Nahdi, K., Ramdhani, S., Yuliatin, R. R., & Hadi, Y. A. (2021). Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Implementasi Pembelajaran pada Masa Lockdown bagi Lembaga PAUD di Kabupaten Lombok Timur Abstrak. 5(1), 177–186. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.529

Sukmawati. (2020). Hubungan Kebiasaan Sarapan, Kualitas Tidur dan Dukungan Orangtua Terhadap Konsentrasi Belajar Di SDN Karawaci 13 Selama Pandemi COVID-19. Skripsi. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul.

Tsaniya, Z. Y. W., Krisnani, H. (2020). Optimalisasi Peran Pengawasan Orangtua Dalam Pelaksanaan Sekolah Online Di Masa Pandemi COVID-19. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 48-59.

Tri, H. (2020). Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Pada Pembelajaran Daring Di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN).


Website dan Portal Berita Online

Harnani, Sri. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19, dikutip dari https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efektivitas-pembelajaran-daring-di-masa-pandemi-covid-19 (diakses pada 7 Juli 2020).

Pranita, Ellyvon. (2020). Diumumkan Awal Maret, Ahli: Virus Corona Masuk Indonesia dari Januari, dikutip dari https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/11/130600623/diumumkan-awal-maret-ahli--virus-corona-masuk-indonesia-dari-januari (diakses pada 11 Mei 2020).

WHO. (2020). Diambil 29 Mei 2020, dari website: https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungan Dukungan Orang Tua Kepada Anak Usia Sekolah Dasar Terhadap Tingkat Kefokusan Pembelajaran Selama Pandemi COVID-19 Atika Syifa Iskan...