Hubungan Dukungan Orang Tua Kepada Anak Usia Sekolah Dasar Terhadap Tingkat Kefokusan Pembelajaran Selama Pandemi COVID-19
Atika Syifa Iskandar (20200701162)
Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Jakarta
Jalan Arjuna No.9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
PENDAHULUAN
Penyebaran virus Corona (COVID-19) yang
dengan cepat meluas ke seluruh belahan dunia, menimbulkan perubahan pola
aktivitas pada seluruh sektor kehidupan manusia pada saat ini. Menurut WHO (2019)
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada
manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran
pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East
Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe
Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Nahdi et al.,
2020; Wax & Christian, 2020).
Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa
muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute
Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus
Disease-2019 (COVID-19).
Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia. Namun, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan virus corona jenis SARS-COV2 sebagai penyebab COVID-19 itu sudah masuk ke Indonesia sejak awal Januari. Menyikapi cepatnya penyebaran virus tersebut, pemerintah dengan sigap mengambil kebijakan di segala bidang termasuk bidang pendidikan di tanah air. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia memberlakukan kebijakan “Belajar di Rumah” dengan sistem pembelajaran jarak jauh melalui motode sekolah online. Sekolah online ini diberlakukan bagi setiap kalangan pelajar dan mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia. Di mana pembelajaran atau perkuliahan secara langsung melalui tatap muka diganti dengan pola pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online. Sekolah online ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
KAJIAN TEORI
Di Indonesia, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Karena Indonesia sedang
melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus
dihentikan sampai pandemi ini mereda. Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk
meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring
(dalam jaringan) atau online.
Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa
wilayah provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 yang juga diikuti
oleh wilayah-wilayah provinsi lainnya. Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem
pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi
dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.
Dorongan orangtua dan dukungan untuk kegiatan belajar di rumah
dikombinasikan dengan keterlibatan guru pada pemberian materi belajar sangat
penting untuk keberlangsungan pendidikan anak. Semakin banyak sumber yang
menunjukkan bahwa membangun kemitraan yang efektif antara orangtua, keluarga,
dan sekolah untuk mendukung pembelajaran anak mengarah pada hasil belajar yang
lebih baik.
Orangtua adalah pendidik pertama dan berkelanjutan dari anak-anak
mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas guru, termasuk standar dan
pelatihan dalam keterlibatan orangtua, penting untuk memfasilitasi keterlibatan
orangtua yang efektif.
Orangtua menganggap bahwa pembelajaran di rumah dinilai tetap
mampu meningkatkan kualitas pembelajaran anak, namun ada sebagian orangtua yang
berpendapat bahwa pembelajaran di rumah tidak menguntungkan bagi anak, karena
di sekolah anak bisa berinteraksi langsung dengan guru dan bersosialisasi
dengan teman-temannya. Walaupun banyak orangtua setuju jika pembelajaran di
rumah dapat meningkatkan pengetahuan namun tidak sedikit juga yang merasa masih
kesulitan dengan teknologi yang digunakan selama proses pembelajaran di rumah
bagi guru yang sudah lanjut usia/senior.
Dampak yang dirasakan oleh orangtua dalam sistem pembelajaran
jarak jauh melalui sekolah online juga cukup beragam. Orangtua harus menambah
beban pengeluaran untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi anak agar dapat
mengikuti pembelajaran secara daring. Untuk melaksanakan sekolah online
yang sampai saat ini belum dapat diketahui akan berlangsung sampai berapa bulan
kedepan, tentunya mengharuskan orangtua untuk menyediakan setidaknya kuota
internet yang cukup banyak ataupun dengan berlangganan jaringan WiFi yang tidak
murah semata-mata agar proses belajar secara online yang dilakukan oleh
anak dapat berlangsung dengan lancar.
Masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar yaitu masalah konsentrasi salah satu alasan mengapa anak sulit berkonsentrasi saat belajar adalah karena ia tidak tertarik atau tidak suka dengan materi yang dipelajari serta metode yang digunakan. Konsentrasi siswa pada usia sekolah dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana.
Terdapat beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan orangtua sebagai bentuk perhatian dan pengawasan kepada anak dalam pelaksanaan sekolah daring ini agar hasil pembelajaran dapat diperoleh secara maksimal dan optimal, yakni :
1. Disiplin.
Meskipun anak berada di rumah, orang tua tetap harus memperlakukan
kebiasaan saat anaknya bersekolah. Misalnya, anak harus bangun jam 6 pagi,
mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah. Setelah itu ikuti jadwal
pelajaran seperti di sekolah agar membuat anak tetap disiplin meskipun ada di
rumah. Ketika tiba waktunya untuk beristirahat, biarkan anak menghentikan
kegiatan belajarnya.
2. Tepat waktu. Ingatkan anak, meski mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan bermain sepanjang hari. Pengawasan terhadap pelaksanaan sekolah online dapat dilakukan orangtua dengan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada anak bahwa meskipun tidak berangkat sekolah secara efektif seperti biasanya, mereka juga tetap memiliki tanggungjawab kepada tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru melalui sekolah online tersebut.
3. Selalu mendampingi anak dalam belajar. Pendampingan orangtua dalam rangka tetap mengawasi pelaksanaan sekolah online yang dilakukan oleh anak harus diperhatikan beik-baik. Orangtua harus senantiasa mendampingi anak pada saat sebelum pelaksanaan jam sekolah online dimulai, pada saat sekolah online berlangsung, sampai dengan setelah pelaksanaan sekolah online berakhir.
PEMBAHASAN
Para orangtua siswa perlu memahami bahwa meski di rumah, anak mereka tetaplah harus konsentrasi pada proses pembelajaran yang tengah berlangsung. Di sinilah dukungan dan pengertian para orangtua sangat dibutuhkan. Dari sini juga akan diketahui bagaimana seharusnya orangtua memberikan pendidikan kepada anak sekaligus memahami apa saja yang menjadi tugas para guru. Karena itu, orangtua juga perlu mendampingi bagaimana anakanak mereka dalam belajar (Praherdhiono, 2020).
Peran orangtua sangat diperlukan untuk proses pemebalajaran anak
selama study from home ini, peran orangtua juga sangat diperlukan utuk
memberikan edukasi kepada anak – anaknya yang masih belum bisa memahami tentang
pandemi yang sedang mewabah untuk tetap berdiam diri dirumah agar tidak
terlular dan menularkan wabah pandemi ini. Orangtua merasa pembelajaran di
rumah sangat efektif untuk diterapkan namun bukan berarti pembelajaran di
sekolah tidak lebih efektif dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran di rumah,
hal ini dikarenakan pembelajaran di rumah lebih cenderung kepada banyaknya
pemberian tugas yang dapat dibantu dibimbing pengerjaannya oleh orangtua di
rumah.
Bagi guru juga tetap selalu memantau anak walaupun pembelajaran sudah didampingi orangtua nya. Memberi pengarahan mengenai materi pembelajaran agar anak mudah dalam mempelajarinya. Bagi orangtua temani anak, dukung anak, bimbing anak sehingga anak semangat belajar daring dalam kondisi bencana corona virus ini.
Buku
Praherdhiono, Henry. (2020). Implementasi Pembelajaran Di Era
Dan Pasca Pandemi Covid-19. Malang: CV. Seribu Bintang.
Jurnal Ilmiah
Cahyati, N., Kusumah, R. (2020). Peran Orangtua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di
Rumah Saat Pandemi Covid 19.
Jurnal
Golden Age, Universitas Hamzanwadi, 4(1),
152-159.
Nahdi, K., Ramdhani, S., Yuliatin, R. R., & Hadi,
Y. A. (2021). Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Implementasi
Pembelajaran pada Masa Lockdown bagi Lembaga PAUD di Kabupaten Lombok Timur
Abstrak. 5(1), 177–186. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.529
Sukmawati. (2020). Hubungan Kebiasaan Sarapan, Kualitas
Tidur dan Dukungan Orangtua Terhadap Konsentrasi Belajar Di SDN Karawaci 13
Selama Pandemi COVID-19.
Skripsi. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Program Studi Ilmu Gizi
Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan.
Universitas Esa Unggul.
Tsaniya, Z. Y. W., Krisnani, H. (2020). Optimalisasi Peran Pengawasan Orangtua Dalam Pelaksanaan Sekolah Online Di Masa Pandemi COVID-19. Prosiding Penelitian & Pengabdian
Kepada Masyarakat,
7(1), 48-59.
Tri, H. (2020). Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Pada Pembelajaran Daring Di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam
Negeri (IAIN).
Website dan Portal Berita Online
Harnani, Sri. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi
Covid-19, dikutip dari https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efektivitas-pembelajaran-daring-di-masa-pandemi-covid-19 (diakses pada 7 Juli 2020).
Pranita, Ellyvon. (2020). Diumumkan Awal Maret, Ahli: Virus Corona Masuk Indonesia dari
Januari, dikutip dari https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/11/130600623/diumumkan-awal-maret-ahli--virus-corona-masuk-indonesia-dari-januari (diakses pada
11 Mei 2020).
WHO. (2020). Diambil 29 Mei 2020, dari website: https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar